Brief Website yang Berguna
Desain yang matang membutuhkan keputusan sebelum layar pertama dibuat.
Brief website bukan daftar warna dan contoh tampilan. Brief adalah dokumen singkat yang menjawab alasan website dibangun, siapa yang akan menggunakannya, informasi apa yang dibutuhkan, dan tindakan apa yang diharapkan setelah pengunjung memahami isi.
Mulailah dari satu tujuan utama. Company profile dapat bertujuan membantu calon mitra memahami kapasitas perusahaan. Landing page dapat fokus pada satu penawaran. Katalog dapat membantu pengguna menelusuri kategori dan mengirim permintaan. Tujuan yang jelas mencegah halaman dipenuhi bagian yang tidak memiliki fungsi.

Petakan pengguna dan konten
Tuliskan dua atau tiga kelompok pengguna utama, pertanyaan mereka, dan informasi yang perlu tersedia untuk menjawab pertanyaan itu. Kumpulkan logo, profil, deskripsi layanan, foto, data kontak, dokumen pendukung, dan ketentuan penggunaan. Tandai materi yang sudah final dan yang masih perlu ditulis.
Pisahkan kebutuhan wajib dan pengembangan
Buat dua daftar. Daftar pertama berisi kebutuhan yang harus tersedia ketika website diluncurkan. Daftar kedua berisi fitur yang dapat dikembangkan setelah penggunaan awal memberi data yang cukup. Cara ini membantu menjaga ruang lingkup, anggaran, dan target waktu tetap realistis.
Tutup brief dengan batas proyek: jumlah halaman, fungsi, integrasi, perangkat yang diprioritaskan, kebutuhan aksesibilitas, pihak penyedia konten, jumlah putaran revisi, target waktu, serah terima, akses akun, pemeliharaan, dan kriteria penerimaan. Seluruh rincian baru berlaku setelah disepakati oleh pihak terkait.
Lanjut ke jasa website

